
Hari Kesaktian Pancasila: Meneguhkan Dasar Negara di Era Digital.

Lampung, 1 Oktober 2025 – Pada tanggal 1 Oktober, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari ini bukan sekadar tanggal merah dalam kalender, melainkan momentum penting untuk mengenang dan meneguhkan kembali kesaktian Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa yang tak tergoyahkan oleh segala bentuk ancaman.
Pancasila, dengan lima sila luhurnya, menjadi landasan persatuan yang mempersatukan berbagai suku, agama, ras, dan budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia adalah kekuatan bersama yang membentuk jati diri bangsa dan menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pancasila di Era Digital: Tantangan dan Peran Pendidikan.
Di era digital yang penuh dengan informasi cepat dan beragam, tantangan baru muncul. Hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan bisa menyebar luas. Di sinilah peran penting pendidikan, termasuk di SMK Telkom Lampung, menjadi sangat vital. Sekolah ini tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama karakter peserta didik.
Kami percaya bahwa “Kami Ada, Kami Beda, Kami Bisa” harus diwujudkan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan. Lulusan SMK Telkom Lampung diharapkan tidak hanya menjadi Anak IT yang andal, tetapi juga Sekolahnya Para Juara yang memiliki jiwa nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi. Mereka siap memanfaatkan teknologi untuk membangun bangsa, menjaga persatuan, dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara positif di dunia digital.
Menjaga Api Semangat Pancasila.
Memperingati Hari Kesaktian Pancasila berarti kita berjanji untuk:
- Menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mengamalkan Pancasila dalam tindakan nyata, termasuk di dunia pendidikan dan kerja.
- Menjadi pelopor dalam menebarkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
- Mari kita jaga Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai napas kehidupan berbangsa yang menjadi kekuatan kita bersama.



